Love, Life and Remedies

Sometimes, the most desirable relationship is the one you can't have...

Subscribe
Add to Technorati Favourites
Add to del.icio.us
March 29, 2009

The Rise of Smart Gay Bloggers

Posted by BoewatChat

“Tadinya mau nulis well-educated, tapi kepanjangan untuk sebuah judul…”
Toh esensi-nya sama aja kan? Well educated is almost one word with smart. Off-course they’re smart, at least in comparison with the rest of population :). Lihat deh ke friend list gw, disitu ada tiga orang dokter, tiga orang engineer, satu orang educator, a biologist…

Mereka bukan sembarangan gay tentu saja, yang – emmm, walaupun sama-sama mengidap gay-complex seperti gay lain yang less-educated ;) Lonely, possessive, nggak nyaman dengan dirinya sendiri, abused by Cinderella and Sleeping Beauty story. Termasuk gw juga kok… (untuk mencegah yang muda belia itu pada langsung nyolot ke gw :) )

Nggak ding, mereka itu Ande Ande Lumut sejati lahh. Yang disuruh ibunya untuk nemuin putri cantik tapi malah nggak mau:

Duh.. ibu kulo mboten purun (Duh.. Mam, males banget dehh)
Aduh ibu kulo mboten medun (Aduh, aku nggak mau turun ahh)
Nadyan ayu, kulo mboten (re)aksi (Iya cantik, tapi aku kan…)
(mp3: Ande Ande Lumut sung by Waljinah)

Generasi baru gay yang lebih terdidik dan tidak hanya bermain di dunia entertainment (baca: bahan hiburan/tertawaan di panggung) tentu akan membangkitkan kesadaran di public bahwa gay bukan penyakit. It’s just that some people are born with it, nothing’s wrong for becoming a gay, mereka juga bisa berprestasi. Stereotyping that gays are sissy (and bottom) juga pelan – pelan bisa terhapus. Parents bisa lebih accepting kalo ternyata anak kesayangan mereka adalah gay, yang seharusnya siyy mereka udah sadar hal ini sejak anaknya kecil dulu. Toh merekalah saksi anak tersebut lahir dan berkembang menjadi seperti sekarang.

This really is an embracing hope!

Then, how are these smart gay bloggers contribute to the queer world? Joining Gaya Nusantara? Hihihi… Nope! Sorry… Bukannya mereka memandang sebelah mata dengan LSM ini (atau LSM lain yang sejenis), tapi sepertinya beda prinsip ajah. Most of them are semi-closeted. They’re proud to become gay, some are sexually active (although one claim sex-less – siapa hayoo…), whether with one partner or many (yang tetap menolak disebut promiscuous). Tapi mereka masih perceived very "normal"-straight-guy by their small universe.

Someone yang terlalu sibuk bekerja, terlihat setia dan taat menjalankan agamanya. Mereka nggak punya “pacar” bukan karena kuper, tapi karena mereka idealis. Makanya banyak orang tua berusaha untuk menjodohkan mereka dengan anak gadisnya. Tawaran ta’aruf atau yang sejenis-nya udah terlalu sering mereka terima.

So, what are their contribution then? Mereka bersama – sama mencoba untuk buka warung keroyokan di http://ngondek.blogspot.com, yang sekarang sedang tahap konstruksi. Nahh, masalahnya (mulai masuk ke inti postingan ini), gw lately sibuk banget sama kerjaan kantor. Serius… Area of responsibility gw sekarang udah expanding… On the other hand, time’s ticking dan kita nggak boleh kehilangan moment kebersamaan ini. Jangan sampai warm-warm-chicken-shit gitu dehh. Kita sekarang perlu designer/illustrator untuk blog kita itu…

Udah keliling ke blog masing – masing, seperti-nya none of you are having good sense of art :p MIG bagus, tapi dia sepertinya lebih familiar ke web development-nya, sama kaya gw. Lah, yang dibutuhkan sekarang adalah designer atau illustrator.

Nah, waktu blogwalk kemarin malam (katanya sibuk, tapi kok bisa blogwalk? O iya dunk, browsing khan cuma sejauh genggaman jari aja… wekk… :p ), nemu orang ini niyy: Julian Winatakusumah, hunk Bandung, chief illustrator-nya Megindo yang nerbitin Cinemags itu.

Personally, bukan urusan kita kalau dia ituh gay atau bukan. Tapi, seandainya dia gay then its perfect! Kita bisa ask for his help, for free tentu saja :), in exchange that we (the queers) are willing to buy his next comic book, which the story is about queers. That’s a USD 16,000 project yang lagi dikerjain sama anak-anak kreatif Bandung, sponsored by ComicPop (a US company). Win – win solution bukan?

Illustrators network kebetulan bukan my domain, jadi betul – betul no clue banget about who he is. Considering manusiabodoh mencantumkan dia di friend-list nya (walaupun nggak di link balik), so he must know something about him.

Dan berikut hasil profiling gw, hasil semalaman klik link disana dan disini:
Bang Jul (atau Indra panggilannya di rumah), cuma lulusan SMA (SMUN 4 Bandung). Karena keterbatasan biaya, dia nggak bisa nerusin kuliah, jadi memutuskan untuk bekerja sebagai illustrator (bakat alam-nya do’i). Hebat banget, masih muda udah menjadi tulang punggung keluarga. And look how he grooms now? Nggak kelihatan “miskin”-nya deh ;)

Karena bakatnya itu pula, karir-nya menanjak di Megindo, sampai menjadi chief Illustrator. Dia cukup dekat dengan kolega-nya: Bayou (cewe – Illustrator), Egi, Toma, dan tak ketinggalan Ari, si best buddy. Dengan kualitas seperti ini, seorang borondong Bandung (ehh, ini teh lagu bukan yaa? Salah ya, borondong garing?), Tit, yang sekarang lagi kuliah di Fak. Hukum UGM semester dua (kok universitas ini lagee siyy) tergila – gila ke bang Jul. Di blog-nya dia nulis, “aku kagum ke seorang abang yang walaupun cuma lulusan SMA, tapi bisa menjadi tulang punggung keluarga”. Platonis sih, menurut gw (ciri khas brondong) :) Mereka bertiga (karena Ari selalu nempel kemana si Jul pergi), sempat juga jalan bareng di Bandung waktu Tit pulang kampung.

So far, no evidence that Jul gave the same feeling to Tit. Jadi nggak bisa dibuktiin juga whether Jul is gay or not. Juga dari blog-nya Ari (best buddy), nggak ada satupun evidence how close they are, sexually. Cuma satu posting tentang “fuck” mereka berdua, yaitu waktu mereka jatuh dari motornya Jul, dan sebelum jatuh si Jul bilang “Fuck!”. Kecelakaan terparah yang pernah Jul alami.

Tapi gw juga nggak menemukan evidence kalau Jul close to any women. Di photo friendster-nya, ada banyak siyy foto dia sama pere, tapi di foto itu juga selalu ada Ari disana. Pere-nya ganti – ganti, Ari-nya sama :)

Kalau dari slightly more distance friend compare to Ari, Bayou (cew), ada sedikit clue how Jul sexuality is perceived by his PemRed. Waktu Bayou ngelihatin contoh komik gay-nya itu dan bilang, “Ini bisa kita terbitin nggak Bos?” dan boss-nya jawab, “Hah, mana mungkin bisa beredar disini? Nggak akan ada yang beli juga…”. Bayou sedikit marah, nunjuk ke Jul, “Si Jul juga ikutan bikin kok…”. Bosnya bilang, “Si Jul mah emang begitu!...”. Emang begitu? :)

Dan gini nih mimpi erotis nya bang Jul…
"Singkat kata gw udah mojok, yang satu gw suruh bediri ngadep tembok membelakangi gw dan udah gw dah melorotin celananya ampe bugil, I'm an ass-man--something about pantat, perut, n paha yg drive me crazy--so I start from triple 'P' td dr blkg, sementara yg satu lagi menyerang gw dr blkg..."
Gw berusaha keras untuk berimajinasi whether the two partners in his dream are women (yang pasti siyy one of them is werewolf). Celana… Pantat… Nyerang dari belakang… Hmm, ada yang berhasil? :)

Juga berikut adalah self image bang Jul. Hunk, smooth, muscular, but why his pubic hair is exaggerated?
http://www.friendster.com/photos/8295129/47504005/57929

Soo, siapa yang bisa bantu kontak bang Jul? Harus yang udah masuk ke inner circle-nya loh yaa, soalnya rasanya nggak proper minta tolong gratisan ke seorang professional.
Atau Illustrator lainnya deh yang bisa kita minta bantuannya, gratisan :)

Ehh, ini gw udah sinting apa ya… Dari tadi ketawa – ketiwi sendiri ndengerin lagu-nya Waljinah… Di-play bolak – balik, kalau live show mah udah sampe dower kalee dos-q :)

March 9, 2009

Boseeennnnn…

Posted by BoewatChat

“Lah wong emang lagi bosen, mau bilang apa?”
Entah kenapa, lately gw merasa nggak ada gairah lagi writing about some gayness part of me. Efek dari workload yang mulai menanjak lagi? Maybe… Kerjaan gw nuntut everything as rational as possible or we can never get a project, so the emotional part tersisihkan (if I ever had that emotional part). Atau mungkin karena spark itu udah nggak ada? Yang awalnya di-ignite sama blog-nya Fa, and later on I’m connected to other gay bloggers as well…

Are you routinely checking-out other bloggers page as I do? You will see what I meant. Awalnya si Ratu itu yang mulai “ngeluh” dan beresolusi untuk punya pacar lagi di tahun ini. And suddenly every gay's single nulis hal yang senada… SGG, There Will Be Time, Pacaran Serius… Yang udah gak single lagi nulis Busway Goyang (duhh)… Cuma Nei yang tampil sangat elegan dengan A Pathetic Hero. Ohhh, that’s really gay!!! :) (dan tentu saja blogger lain yang menulis tentang keseharian dan ruang profesionalnya. Not literally writing about “gay”, but a look to the world from a gay eyes that makes the whole story is very gay…)

Jangan salah sangka, gw support dengan mutual-monogamous-partnership. But how come this and the sex part becoming the major theme of Qmunnity? Atau, is that the way we’re connected? Any reasons why that’s so contagious?

Rasanya, nulis bukan untuk dipaksa lohh. It should flows from the heart… Cause the readers will feel that stream, gemuruh itu, hempasan kata – kata, the spirit of your mind speaks when you write it down…

Atau? Toh ini kan cuma blog. A journal (I hate to call it diary, sounds girly). Gw nggak pasang iklan disini, so no need for a huge traffic… But nggak mau juga kalo nggak ada yang baca, gimanaaa gitu rasanya :). Sooo, I write what I want. Situ benci? Ya sud...

(Hmmmmhhh...)

In the meantime gw mau nulis resensi film aja ahh, yang bertema gay tentu saja. Dan Brokeback Mountain tidak termasuk satu diantaranya. Do you agree? ;)

February 19, 2009

Slumdog Millionaire

Posted by BoewatChat

"Its written... Udah takdir..."
(Nggak ngerti deh, review Slumdog kok jadi serius begini? Padahal aslinya, film ini kocak banget, menghibur :) )

There are few pre-determined conditions that are present in life: the birth, parents, physical appearance and some others, but then multiple cross roads had taken us into different directions by the power so called choices. And we name that "Destiny"...

Dua bersaudara yang dibesarkan di perkampungan kumuh Mumbay, Salim dan Jamal, Indian Moslem yang terpaksa hidup menggelandang karena ibu mereka terbunuh sewaktu riot between Hindu dan Muslim, mengambil pilihan yang berbeda dalam hidupnya.

Salim, dengan style anak pertama yang begitu pemberani, protektif, cenderung agresif dan ingin dominan, akhirnya memilih untuk menjadi kaki tangan bandit di kemudian hari. Sedangkan Jamal, dengan cita - cita sederhana-nya untuk sehidup semati dengan Latika, akhirnya memilih untuk ikut serta dalam Who Wants to be Millionaire hanya agar Latika mengetahui kalau he is exist.

Dan cerita film ini-pun ter-rajut dari point of view Jamal, pengalamannya mengikuti kuis itu, yang tanpa dinyana akan menyeret dia ke kantor polisi karena dicurigai berbuat curang. Di dalam interogasi kepolisian inilah, flash-back perjalanan adik-kakak yang luar biasa itu akhirnya diceritakan kembali untuk novel readers dan movie viewers.

Kehidupan di perkampungan kumuh Mumbay memang menyedihkan. Anak-anak bermain di lapangan udara, taking risk kehilangan nyawa karena tertabrak pesawat dan kemungkinan dipukuli oleh "satpam" yang bertugas mengamankan landasan pacu. Kemudian adegan kejar - kejaran lucu pun dimulai, satpam yang terlanjur gemas dengan polah anak - anak miskin itu, masuk ke ruang - ruang kumuh di tengah kota Mumbai, dimana kamera film dengan tajamnya memperlihatkan sisi kotor Mumbay. Tapi hebatnya, walaupun gambar yang tampil "menyedihkan", rasanya tidak sekalipun gw say sorry dengan keadaan itu. Background yang suram itu tertutupi dengan semangat dan keceriaan anak - anak disana, dengan rajin-nya belajar sastra: membaca Three Musketeer :) Sindiran atas kesenjangan yang luar biasa antara pendidikan dan real life...

Sindiran atas kesenjangan serupa ditunjukkan juga lewat perbedaan kaya - miskin yang begitu mencolok di Mumbay. Disimbolkan dengan Amitabh Bachan yang datang dengan helicopter, sementara Jamal (dan orang - orang kumuh itu) berak saja masih di atas kubangan. Klimaksnya, tentu saat Jamal melompat kebawah demi mengejar tanda tangan Amitabh. Hampir muntah deh, swear... (detik - detik pengambilan keputusan si Jamal juga bagus banget, nggak bertele - tele, juga nggak terlalu cepat).

Masih bicara "hebat" nya film ini, ketika kesenjangan itu ditunjukkan, sama sekali tidak tergambar kesedihan atau apatis dari anak - anak itu. Everybody are optimist, menerima apa adanya (saya miskin, so what...), semuanya riang gembira... Semangat yang terus terbawa sampai filmnya selesai...

Dan kemudian dimulailah petualangan itu. Salim, Jamal dan Latika akhirnya jatuh ke komplotan koordinator pengemis, yang dengan teganya membuat cacat indra anggota-nya, agar hasil perolehan mengemis mereka lebih banyak. Sejak itulah kehidupan our three musketeers berubah. Salim, yang awal-nya begitu heroik, berani melawan kehendak si boss demi menyelamatkan Jamal, akhirnya kebablasan melampiaskan hasrat memberontaknya sampai dia dewasa nanti. Karena kekerasan hati Salim juga lah, Latika akhirnya terpisah dari Jamal, karena dia tidak mampu berlari mengejar kereta.

Kemudian, dimulailah fasa kakak-adik ini menjadi berandal kecil, jadi guide palsu di Taj Mahal, pencurian sandal, sampai akhirnya mencuri isi mobil turis. Lagi-lagi, kita tidak dibuat sebal dengan tingkah mereka. That's their survival... Satu demi satu kejahatan untuk survive itu dijalankan, sampai akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke Mumbai, dan Jamal akhirnya bertemu Latika kembali.

Pertemuan itu hanya membawa kebahagian sebentar. Ketika Salim, kakak tersayang, begitu teganya merebut Latika. Dan mulailah fasa berikutnya, Jamal memisahkan diri dari Salim dan Latika, the different path has been chosen that leads them to different life.

Cerita berikutnya sudah mulai seperti sinetron Indonesia. Endingnya mudah ditebak dan menjadi bagian terburuk dari keseluruhan film. The good point is that the editor could notice this weakness, jadi ceritanya pun tidak berpanjang-panjang. Sebuah cinta yang sederhana akhirnya menemukan pelabuhannya, at the expense of a death. Dan akhirnya muncul juga tari-tarian khas Bollywood itu :)

Untuk kenang-kenangan, dua lagu bagus dari film ini:
- O Saya
http://rapidshare.com/files/200021031/01-a.r._rahman_feat._m.i.a.-o_saya.mp3
- Jai Ho
http://rapidshare.com/files/200024415/13-a.r._rahman-jai_ho.mp3

8 wins - Academy Awards 2009, including Best Picture.

We are not just the sum of our experiences but how we interpret our experiences...

February 5, 2009

My Meme

Posted by BoewatChat

"Providing some sensitive details to your friend because he asks you politely and you have the chance to reply that questions with questions? Then do this MeMe game :)"
Fellow blogger MIG, finally tag me on this game. Not so sure whether I keen to join or not ;) but finally I decided to enter, mostly because I have the chance to tag other 7 people :p.

Rules of the game:
1. Use Google Images to search for the answers of the questions below.
2. Choose a picture in the first page of search results, then post it as your answer.
3. After that, tag other 7 people.

Promise you I give only the truth, but mine will strict to the rule "replying only by picture". So it is still your homework to find out what my real answer is ;)
PS. Off course I will be generous at some queries by giving another hints (ssttt... only when I feel its appropriate :p )

Here are my answer:
1. The age of my next birthday


2. Places i like to travel to…

Hints: Remember, a city above the clouds?

Hints: The animals really says the place

3. A favorite place

Hints: Island packed with skyscrapers, laser show, our HQ office, my hangout place...

In fact, I also want to include this city, years back I was so often visiting (on a business trip):

4. Favorite foods




5. Favorite things






6. A favorite color

7. Where I was born

8. A city (cities) I’ve lived in…



9. Nicknames I have…
Hints: Synonym of kangmas in Sundanese :p

10. College Major…

11. Hobbies…
Did I understand this correctly? Mine is equal with 5 "Favorite thingies" :)

12. Bad Habit…

13. Name of my love
Soulmate (now married to a woman):


Current:


14. Wish lists…


OK.. That's my answer ;). Time to tag other 7 people... It goes to:
1. Ed (made it, as of 05Feb09)
2. Lucky
3. Dr Pr (made it, as of 08Feb09)
4. Nei
5. Yuda (made it, as of 09Feb09)
6. Zhou Yu (made it, as of 07Feb09)
7. DaysAndMinds (made it, as of 08Feb09)

Berani terima tantangan?...

January 31, 2009

Ta’aruf Yang (di)Gagal(kan)

Posted by BoewatChat

“Afwan Ustadz, ana masih ingin melanjutkan S2. Jadi terus terang belum siap untuk menikah…”
Alhamdulillah, gw selalu dicitrakan sebagai orang baik di lingkungan sekitar gw. Memang karena gw baik – baik juga (readers jangan muntah – muntah yaa...), terutama di lingkungan “home” (kompleks dan kantor). Andai saja mereka tahu gw gimana kalau lagi trip (either business or backpack)… (tetep baik juga siyy, cuma sedikit “liar” ajah) :p

Waktu itu usia gw udah lewat 25 sedikit. Yang pertama usaha untuk men-ta’aruf-kan siapa lagi kalau bukan tetangga samping rumah, Pak Stt. Mungkin karena beliau melihat gw nggak pernah bawa pere ke rumah, nggak pernah pulang malam kecuali dianterin sopir kantor (means that gw bekerja sampe larut), rajin ikutan pengajian RT (diluar halaqah yang “itu”), udah cukup mapan – ganteng lagi, apalagi yang dicari kan? (tapi kok dia nggak pernah curiga yaa, ganteng – ganteng kok nggak punya pacar… Atau gw dianggapnya muslim beneran, yang menjaga “kesucian”? Alhamdulillah :) )

“Eh Mas, saya punya saudara… Cantik nian, orang Bjm. Mau saya kenalin?”, begitu promosinya.
“Wahh, boljug tuh Pak. Tapi dia beneran belum punya pacar? Jangan – jangan udah, tapi nggak berani bilang ke abi-nya…”
“Nggak… Percaya deh sama saya…”

Dan mulailah “ritual” itu. Ada sesi di foto (Pak Stt mencuri – curi tentu saja), kemudian gw juga ditunjukin foto dia. Cantik, manis, jilbab, tinggi (terlihat dari perbandingan dengan teman – temannya yang di foto itu), kuliahnya sih di Univ lokal disana, but not bad lahh… Long story short, jadilah gw berkenalan dengan Ma, dan seterusnya kontak-kontakan via sms dan phone. Belum pernah jumpa darat sampai hari H nya :)

Niat gw sewaktu bilang “iya” waktu itu, sebetulnya setengah “main – main” juga. Gw mikirnya simple, “nambah teman apa salahnya kan?”. But things start to get serious, yang akhirnya bikin gw panik, saat Pak Stt menyampaikan begini, “Kalau bisa jangan lama – lama keputusannya lohh Mas. Kalau belum siap menikah, di khitbah 1) dulu aja, gimana?”

“Yaaaa, gimana? Gw kan mana mungkin serius sama dia… Gw mau-nya sama kamu”, begitu rajuk gw ke (waktu itu masih calon) yayang gw. Dan berikut-nya adalah hari – hari “tidak elegan”, dimana gw berusaha menghindar dari pandangan Pak Stt dan makin jarang nge-response sms Ma. Pulang kerja larut terus tiap malam, tiap weekend pasti keluar kota. Sampai kira – kira satu setengah bulan gw main kucing – kucingan sama beliau dan akhirnya ada rekan kerja yang ngingetin, “Be gentle, communicate your difficulties”.

Nggak enak banget waktu dia bilang begitu, because that means “seluruh dunia” udah tahu ada masalah ini. Dan akhirnya, aku memberanikan diri pada hari H itu, datang ke Pak Stt dan bilang, “Maaf Pak, saya belum siap kalau diminta untuk menikah segera. Saya masih ingin kuliah lagi ke UK…”.

That was my first, yang ternyata kemudian masih berlanjut dengan sequel – sequel berikutnya, termasuk dengan saudara-nya murabbi-ku sendiri…

Lesson learned buat gw (yang ternyata lagi – lagi knowing something doesn’t always mean we can do something):
1. Jangan anggap remeh usaha – usaha orang lain untuk men-ta’aruf-kan kita, karena konsekwensinya bisa serius. Walaupun sebetulnya ini akan tergantung dari kepribadian masing – masing orang (ada yang “easy going”: anggap aja teman, menambah saudara), tapi ketika berhadapan dengan keluarga besar, sikap “menggampangkan” kebanyakan akan menjadi senjata makan tuan. Percaya deh!
2. Sebagai “most eligible bachelor”, keep your profile low. Jangan terlalu aktif di kegiatan masyarakat, yang akhir-nya sering membuat kita jadi “idaman” para ibu – ibu... Untuk anaknya tentu saja :p. Sometimes, becoming a role model is completely unpleasant!
3. Discreet in the community is a challenge. Buat para “pemula”, mentang – mentang di Qmunnity mendapat “dukungan”, kecenderungannya untuk over-PD declaring their gay-ness. That’s completely unnecessary dan sama menyebalkannya dengan para gay liar yang sok discreet. Huhh!
4. Make the move, only if you want it... not because someone told (encourage) you to do so whatever the reasons.

I am single, but not available…

Note:
1) Khitbah: meminang, meminta persetujuan pihak wanita untuk dijadikan calon istri oleh pihak laki-laki.

January 24, 2009

Adding Twitter in Blogger

Posted by BoewatChat

"Twitter = Facebook yang bisa ditempel di halaman Blogger"
Buat yang having multi-dimensional faces, Twitter bisa menjadi our facebook-alternative to be shared in the cong blog... On a separate server, kemungkinan salah tulis menjadi makin keciiiillllll... :p Keep the Facebook account (real "us") for the "normal" world :)

Langsung aja deh ke Step by Step:
1. Buka account baru di: https://twitter.com/
Kalo tujuannya seperti akyu, cuma untuk mejeng updated status di blog, skip aja opsi mencari friends and network (dua step ini, IMHO is very OK to be skipped).

2. Setelah log-in dan berada di menu Home, lihat ke barisan paling bawah, klik Apps --> (akan pindah ke halaman download) --> klik Widgets.
Atau gampangnya, langsung aja ke halaman ini: https://twitter.com/widgets
Make sure udah log-in lohh yaa...

3. Di halaman Widgets tersebut, ada opsi untuk memasang update di MySpace, Blogger, Facebook, TypePad, etc. Kita memilih Blogger dunk :) Klik Continue...

4. Di halaman itu ada opsi untuk:
- Masang berapa updates (lines), defaultnya 5
- Mau pake tittle atau tidak
My suggestion is nggak perlu pake title kalau akan dipasang di side Gadget-nya blogger, and keep the posted items small (reduce loading time).

5. Berikutnya, bisa pilih dua opsi:
- Opsi mudah: klik di "Add to Blogger" button
Tapi ini hanya berlaku bagi mereka yang pake default template-nya blogger...
FINISH: Twitter udah terpasang di blogger :)
- Opsi perlu mikir sedikit: klik "grab the code"
Copy code yang di display... Paste-nya ke notepad dulu aja yaa...
untuk yang milih opsi ini, LANJUT...

6. Modifikasi code yang diperoleh. Misalnya ingin mengganti "follow me on Twitter" dengan "ikuti aku", yaa silakan ganti aja :p.
Tapi yang WAJIB di pisahkan adalah dua line terakhir yang ada <script> nya.
Contoh untuk twitter gw:

<script type="text/javascript" src="http://twitter.com/javascripts/blogger.js"></script>
<script type="text/javascript" src="http://twitter.com/statuses/user_timeline/boewatchat.json?callback=twitterCallback2&count=5"></script>

Dua line script tersebut (yang sebetulnya berfungsi sebagai connector ke Twitter) akan menghambat page loading, jika ditempatkan di tempat yang salah. Seandainya server Twitter down, page kita juga akan ikutan down (baca: stuck di widget-nya Twitter) :(

7. Sekarang buka account Blogger-nya. Seperti biasa, langsyung tancap ke Dashboard, masuk ke menu: Layout --> Page Elements

8. Klik Add Gadget untuk yang sidebar, kemudian pilih/add gadget: "HTML:/JavaScript".
You need to scroll down a little bit to find this gadget.

9. Copy kan code-nya Twitter tadi, minus dua line dengan awalan <script> yang memang akan dipisahkan. Klik Save, pagenya akan otomatis menutup.

10. Silakan re-arrange posisi gadget Twitter tadi (defaultnya akan ada di bagian paling atas)

11. Masih di halaman "Layout", klik tab "Edit HTML" (kalo yang sebelumnya kan, kita ada di tab "Page Elements")

12. Scroll down html code yang di-display, sampai hampir bottom, dan temukan line ini:
</body></html>

13. Sisipkan dua line sisa-nya Twitter tadi (yang script), persis diatas </body></html>. Punya ku juga sekalian ditambahin comment for the sake of clarity and ease of maintenance, menjadi sbb.:

<!-- Start of Twitter Script -->
<script src='http://twitter.com/javascripts/blogger.js' type='text/javascript'/>
<script src='http://twitter.com/statuses/user_timeline/boewatchat.json?callback=twitterCallback2&count=5' type='text/javascript'/>
<!-- End of Twitter Script -->

</body></html>

14. Save template-nya dan VOILAAA... Updated status Twitter udah terpasang di blog.. Siap - siap menyalakan mode Narsis :)
Narsis mode: ON

15. Seperti halnya Facebook ,Twitter juga bisa di-update dari handphone... :)

Selamat ber-Twitter ria... Sampai jumpa di edisi Tutorial berikutnya :p

January 18, 2009

Baca Surat Yusuf, Biar Ganteng

Posted by BoewatChat

“Kisah Yusuf (Joseph) mempunyai keistimewaan, yaitu satu – satunya cerita Israiliyat yang ditulis lengkap dalam Al-Quran”
Fulfilling my duty as the head of the family (biarpun single dan tinggal sendiri, tapi tetap ajah statusnya adalah kepala keluarga), gw menghadiri undangan selamatan tujuh bulan kehamilan anaknya tetangga. It’s been a very very long time ago since I last attended this kind of event. Kebetulan sewaktu 7 tahun tinggal di kota B, lingkungan sekitar rumah mostly well educated neighborhood yang rajin halaqah 1) (you know lahh afiliasi-nya kami ke partai mana). Di lingkungan itu, acara beginian dikategorikan bid’ah, nggak dicontohkan sama Rasulullah. Jadi nggak pernah dilakukan…

Terlepas dari debat bid’ah, menghadiri acara ini membangkitkan lagi memori masa kecil dulu. Begini – begini, gw dibesarkan di lingkungan pesantren lohh :p Di lingkungan kami dulu, adat (Jawa) berasimilasi dengan Islam, sehingga acara khas Jawa: nujuh bulanan, kumpulan orang meninggal, dll. content-nya sudah diganti dengan yang Islami (baca: kearab-araban, barzanji, shalawatan, tahlilan, etc.).

Dan ternyata disini juga sama seperti itu: ngirim Fatihah buat leluhur, baca Yasin, shalawatan, yang gw takjub banget, ternyata semua tetangga suara-nya bagus – bagus… Bacaan arab-nya fasih – fasih… Merinding dehh… Sampai terharu biru gw dibuatnya. Inget dosa :p

Sampailah ketika shahibul bait 2) meminta tolong ke ustadz-nya, “Tolong dibacain surat Yusuf ya Pak Haji”, dan kemudian ada hadirin yang komentar, “Laki – laki ya Pak S, biar ganteng yaa…”.

What? Biar ganteng? Ajah?

Well, it is true that the most famous fragment of Joseph is when he rejected the wife of minister (Zulaikha), because he is afraid of Allah for committing adultery. As part of her defense, Zulaikha invite her friends, who cynically gossiping, “Zulaikha fallen in love with her servants”. Later on, they understood that Joseph is definitely irresistible, very charming – soo handsome, even they don’t realize that they already cut their fingers instead of apple on their grips.

Tapi cerita Yusuf nggak sekedar itu… Betul Yusuf adalah pemuda yang semapta, well built, super handsome, tapi dia juga memiliki KECERDASAN yang luar biasa dan kerendah-hatian. Sampai – sampai saudara tiri-nya iri dan membuang dia ke sumur karena perhatian bapak-nya terlalu tertuju ke Yusuf. Dan di dalam cerita yang divine itu, Yusuf diberi bekal dengan kemampuan memahami mimpi, yang menurut gw sihh lebih tepat kalau diartikan sebagai kemampuan membaca pertanda alam. Dan yang dia lakukan bukan sekedar “membaca”, tapi juga take action dengan membuat necessary plan. Yusuf, dalam hal ini juga unggul dalam management dan planning.

Masih ditambah juga dengan sifat humoris-nya, yang menambah deretan kebagusan Yusuf. Saat saudara – saudara nya datang ke Mesir untuk meminta bantuan, dengan berlagak dia menahan Benyamin (adik kandungnya) dengan tujuan memaksa kakak – kakak-nya datang kembali sambil membawa bapaknya yang sudah mulai renta. Dan saat seluruh keluarga itu akhirnya berkumpul kembali setelah lama terpisah??... Happy ending dehh… Duhh, masih suka nangis kalau pas baca Qur’an di bagian yang ini…

Jadi siapa bilang kalau bacaan surat Yusuf itu cuma buat kegantengan? Yusuf adalah role model pemuda yang sempurna, memiliki segalanya: ganteng (lahir batin), kaya (lahir batin), cerdas, rendah hati, humoris dan sangat taat beribadah.

Gw mau seperti Yusuf… Dulu sewaktu ibu gw hamil, sempat dibacakan surat Yusuf berapa kali yaa, kok hasilnya gw cuma segini :p Oops, astaghfirullah… ;)

Note:
1) Halaqah: pengajian rutin, idealnya role sebagai “guru” digilir dari masing – masing peserta, “untuk menyebar barokah”. Ada juga murabbi-nya (ustadz) yang lebih berfungsi sebagai moderator dan peng-koreksi.
2) Shahibul bait: tuan rumah, pengundang.